Mei 24, 2009

" Take My Hand...."



Lembut tanganmu, saat kau rengkuh tanganku...
Lentik jarimu, begitu menarik hati...
Imut dan lucu saat kupandangi jarimu....
Hangat kupeluk dirimu...
Begitu nyaman dirimu dipelukku...


Ah...bilakah itu terjadi...
Indahkah fenomena itu...?

Bilakah....

Mei 09, 2009

''....waktu di Cerenti Subur" (Memory Training KTU Okt - Des 2005)


Apakah aku memang seorang musafir? Kemana tujuan hidupku? Kemana arah jalanku? Tiada teman, tiada kawan, apalagi teman hidup.
Empat pulau sudah kujelajahi...apa yang kucari?

Dia "hilang"...hingga kapan semua ini akan berakhir.
....tetapi aku harus menemukan dia...tulang rusukku....

"....deep down...!!!"


Aku terpana dan terdiam saat kubaca beberapa kalimat dalam suatu artikel.

"Everything that God made valuable in the world is covered and hard to get to.
Where do you find Diamonds? Deep down in the ground covered and protected.
Where do you find pearls? Deep down at the bottom of the ocean covered up and protected in a beautiful shell.
Where do you find Gold? Way down in the mine covered over with layers and layers of rock.

YOU'VE GOT TO WORK HARD TO GET THEM.
YOUR BODY IS SACRED.
YOU'RE FAR MORE PRECIOUS THAN DIAMONDS, PEARLS AND GOLD AND YOU SHOULD BE COVERED TOO."

Baru kusadari memang kenyataan demikian. Segala hal yang berharga tidak mudah didapatkan. Segala barang berharga yang diciptakan Tuhan di dunia ini tersembunyi dan sulit didapat.
Dimana kamu temukan berlian? Di dalam tanah yang dalam dan berbatu.
Dimana kamu temukan mutiara? Di dasar samudra yang dalam dan di dalam cangkang yang indah.
Dimana kamu temukan emas? Di dalam tanah yang dilapis-lapis oleh batu padas dan karang.

Kamu harus berusaha keras untuk mendapatkan semuanya itu.
Ragamu adalah sesuatu yang rahasia.
Kamu lebih berharga daripada berlian, mutiara, dan emas, dan demikian juga kamu terlindungi.

Cinta...Akan lebih berharga saat kita mendapatkannya dengan penuh perjuangan.
Cinta...bukan untuk dipertanyakan tapi untuk kita rasakan.
Cinta...bukan kata-kata tetapi jiwa dan rasa yang bahagia
Cinta...tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena berjuta-juta rasanya
Cinta...akan kucari dan kucari

Buat seseorang disana...
Maafkan aku...jika hingga saat ini aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku
Maafkan aku...yang takut untuk ditolak
Maafkan aku...yang tidak berani untuk menyatakan
Maafkan aku...yang takut untuk dikhianati

Tapi percayalah...rasa sayang itu masih ada...
Dalam doa dan kesetiaan aku akan tetap menanti...

April 09, 2009

Isabella..........


Isabella adalah kisah cinta dua dunia......
Mengapa kita berjumpa, namun akhirnya terpisah...
kita yang terlena...
hingga musim berubah...
mentari menepi...menyalalah api cinta...


Dimanakah dirimu berada...?
Mengapa engkau sakiti hati yang telah luka ini..
Kutau itu bukan maksudmu,...namun engkau tak tau dalamnya luka di hati...
Maksud hati ingin bertemu pujaan...namun apa daya waktu dan jarak telah memisahkan...



Begitu kejam hidup ini...tak taukah kau Hai Sang Waktu...sudikah kembalikan waktuku yang telah hilang dan kau telan...andai itu bisa...akan kuukir kembali seindah mungkin bingkai kehidupanku...bingkai yang kini telah cacat dan retak...tinggal menunggu rapuh dan hancur....

Isabella.......

Merantau Lagi................


Sudah tiga bulan lebih Toni di tanah orang. Sulawesi Tenggara, tepatnya Desa Tapuwatu Kecamatan Asera Kabupaten Konawe Utara. Bulan Januari 2009 tanggal 11 terbang dari Yogyakarta terus landing di Wolter Monginsidi Airport.

Kerja di kebun sawit lagi....,ternyata yang 3 jam dari Kendari itu terasa jauh juga. Jalan masih sempit, rusak, dan benar-benar terasa kurang perhatian dari pemerintah. Mual juga perut saat pertama kali menempuh perjalanan dari Kendari ke Asera.

Konawe Utara adalah kabupaten pemekaran. Baru mulai dibentuk Tahun 2006. Sarana dan prasarana daerah masih jauh tertinggal. Bangunan pemerintahpun masih banyak yang darurat, dengan kata lain masih seadanya, masih di rumah-rumah papan di tepi jalan poros.

Yah...jalani saja setidaknya jadi tau seperti apa tanah Sulawesi, emang betul wesi (Jawa = besi), tanahnya banyak mengandung mineral, ada Nikel, Bauksit. Bahkan batu di kebunpun bisa nempel bila didekatkan dengan magnet.

Sulawesi Tenggara....akankah engkau menjadi tanah tempat aku hidup hingga selamanya? tempat aku hidup membangun keluarga? Akankah tanah dan air Sulawesi Tenggara memberi diriku "kehidupan"? Walaupun belum terjawab dan hanya "Sang Waktu" yang tau, kuucapkan terima kasih....Sultra....

Oktober 08, 2008

Calibration on Tanjung Jati B



Bulan September 2008, kemarin saya di Jepara tepatnya ke Desa Kembang, Bangsri Jepara.

Berangkat tanggal 27 Agustus 2008, sekitar jam 17.00 WIB dari Jakarta, tepatnya dari Kantor Dwi Tunggal JA di Jl. Puskesmas 29 Makasar, Jakarta Timur. Kami berangkat tujuh orang, dengan mobil Daihatsu Xenia B 8426 EO.

Perjalanan yang cukup melelahkan, dan ternyata tidak mudah. Bagaimana tidak mobil sebesar itu ternyata sarat muatan. Sebenarnya perjalanan lancar-lancar saja, namun sempat hampir kecelakaan yaitu saat melewati alas Roban.

Mobil berjalan cukup kencang, kira-kira saat itu jam 01.00 WIB. Mobil melewati jalan yang berliku liku dengan tikungan tajam. Mungkin karena faktor kelelahan dan rasa kantuk, mobil sempat selip dan hampir masuk ke jurang. Di belakang ada bis yang untungnya berjalan dengan lambat, seandainya saja bis berjalan kencang bisa saja bis menabrak bemper belakang Xenia dan mobil terjun ke jurang. Saat itu benar-benar sudah pasrah, karena mobil sudah sempat turun badan jalan dan kulihat di sisi kiri adalah jurang yang dalam dan gelap.

Sehabis kejadian itu, kami berjalan dengan hati-hati. Kira-kira jam 04.30 WIB kami sampai di Bangsri, dan menyempatkan untuk beristirahat dulu sebelum ke PLTU Tanjung Jati.

Hari itu juga kami langsung ikut Safety Induction. Pekerjaan kalibrasi berjalan lancar. Mulai tanggal 30 Agustus 2008, kalibrasi sudah dimulai. Kalibrasi dilakukan untuk Unit 1 yang shut down. Start up dimulai pada hari Sabtu tanggal 20 September 2008. Hasil kalibrasi sebanyak 129 buah pressure transmitter dan 63 pressure switch. Jadi total ada 192 buah yang dikalibrasi. Memang lebih sedikit dibandingkan saat kalibrasi Unit #1 pada tahun sebelumnya yang bisa lebih dari 300 item.

Kalibrasi ini adalah yang kedua kalinya, pada Bulan April 2008 yang lalu saya juga ikut kalibrasi. Saat itu kalibrasi Pressure transmitter dan Pressure Switch untuk Unit #2. Hasil kalibrasi saat itu sebanyak 216 buah.

Tahun depan jika masih ada kesempatan, mungkin masih bisa ikut kalibrasi lagi.
Benar-benar pengalaman yang takkan terlupakan karena wawasan menjadi bertambah.

Februari 27, 2008

" Confusing "

Time goes by so fast...

Never know what I'm looking for as far...
Confusing mind...

I have no destiny....

But still hopeful...hope wonderful reached in enlightment...

Through the mysterious of life...

Februari 24, 2008

" Rushing is The Mother of Unlucky "

Hari ini baru kualami, berjalan mencari sesuatu bersama seseorang yang baru aku kenal.
Lalu lintas jalan yang padat, dengan motor yang melaju kencang, meliuk-liuk, menerobos lalu lalang padatnya kendaraan di jalan raya. Tak peduli pemakai jalan di kanan kiri, serobot kanan serobot kiri, tancap gas , rem mendadak.
Gila orang ini, pikirku. Apa sebenarnya yang ada di otaknya? Jelas ada tanda bukan jalan untuk dilewati, dilanggarnya. BENAR-BENAR NO RESPECT!!!
Sampai di tempat keramaian belanja, berjalan cepat seperti babi kesetanan yang berlari ke depan tak bisa tengok kanan kiri. Benar-benar aneh orang ini pikirku! Jelas ada tanda larangan lewat, mau diterobos juga, masih untung penjaganya mengingatkan dengan halus.....
Rasanya ingin ketawa, namun kasihan juga melihatnya...APA YANG KAU CARI, SEDANG KAU TAK TAU APA SEBENARNYA YANG KAU CARI, and You don't know where there place that thing....
Looking around, walking around, keep on seeing, seems to be time is slightly up .....
Rush...for something that you never know.....
Tapi taukah, ada nasihat dari Al Capone....
"Buru-buru adalah ibu kesialan"